Fitria Rahmadianti -
detikFood
Foto: Detikfood
Jakarta -
Mungkin Anda sering menyantap daging kambing. Namun, pernahkah Anda
mencoba daging domba? Apalagi domba Garut yang disajikan di sini masih
muda. Tekstur dagingnya empuk dan tidak berbau tajam. Gulai, sup,
tongseng, sate, semuanya enak!
Domba Garut berasal dari daerah
Limbangan, Garut, namun kini banyak menyebar ke Jawa Barat. Bulunya
panjang serta bertubuh relatif besar dan padat. Ekornya mengecil di
ujung dan 'jatuh', tidak seperti kambing yang ekornya mengangkat. Ciri
khasnya adalah tanduk besar yang melingkar ke belakang. Domba Garut
sering dijadikan hewan aduan maupun hewan ternak.
Konon, domba
Garut diberi perlakuan khusus. Pakannya merupakan rumput pilihan dan
sering diberi minum susu campur madu. Fisiknya juga dirawat agar tetap
bersih dan sehat.
Sebagai pedaging, domba Garut hanya sedikit
mengandung lemak. Teksturnya empuk, biasa digunakan untuk aqiqah,
qurban, atau dibuat sate. Menurut informasi dari Direktorat Gizi Depkes
RI, kandungan gizi domba Garut lebih baik dibanding daging kambing per
100 gram. Harganyapun relatif lebih mahal.
Kalau ingin mencoba
daging domba Garut, tak perlu jauh-jauh ke tempat asalnya. Di Jakarta
ada tempat makan bernama Dombrut, singkatan dari Domba Garut. Pemiliknya
adalah Yuke Sampurna, musisi yang dikenal sebagai anggota The Groove,
All Indonesian Rockstars, dan Dewa 19.
Yuke yang lahir di Garut
membawa daging domba organik dan beras dari kampungnya untuk diolah di
Jakarta. Berawal dari warung tenda, kini Dombrut diremajakan dengan
konsep modern yang tetap mengangkat unsur tradisional Indonesia.
Kami
mampir ke restorannya di Kemang. Terletak di ruko, dari luar tempat ini
terlihat seperti kafe minimalis dengan nuansa putih. Begitupun di
dalamnya. Dindingnya dicat hitam sebagian dengan gambar domba maupun
sepatah kata dari Yuke. Di dinding satunya terdapat papan tulis berisi
daftar menu. Unsur kayu dan pot-pot tanaman hijau melunakkan warna
monoton yang mendominasi.
Identitas Yuke sebagai musisi terlihat dari dua gitar listrik dan
speaker
yang terletak dekat kasir. Jika ada permintaan dari pelanggan, staf
Dombrut bisa berubah menjadi penyanyi dan gitaris untuk menghibur tamu!
Untuk
merangkul pengusaha kecil dari Garut, Yuke juga memasang etalase
produk-produk pangan dari kota kelahirannya. Ia menjual teh celup dan
kopi tubruk dari Garut yang diberi label 'Dom'. Uniknya, adapula liwet
instan bermerk 'Seribu Satu' dengan varian original, jambal, teri, cumi,
jengkol, dan pete. Beras, minyak, bumbu, dan bahan lainnya sudah
lengkap, jadi tinggal dimasak seperti mie instan.
Menu yang ditawarkan tak begitu banyak. Untuk hidangan utamanya ada gulai, sumsum, kaldu daging, tongseng, sate, serta
lamb shank dan
lamb chops. Kalau ingin ngemil, tersedia kentang goreng,
nachos garut, dan roti Prancis. Minumannya mulai dari teh (hitam, hijau, vanila, jahe), kopi tubruk, hingga soda dan bir.
Sebagai permulaan, kami ngemil
nachos (Rp 30.000) terlebih dahulu. Rupanya, keripik jagung yang biasa disajikan sebagai
nachos
digantikan dengan tiga jenis keripik singkong. Untuk cocolannya ada
salsa yang terbuat dari cacahan tomat dan daun ketumbar. Rasanya asam
segar, cocok dengan gurihnya keripik singkong.
Kemudian datanglah
kaldu daging alias sup (Rp 27.500). Kuahnya agak keruh, sementara
potongan dagingnya terlihat berwarna cokelat dan pink pucat. Taburan
bawang goreng dan irisan seledri melengkapi hidangan ini. Hmm.. Kuahnya
tak digenangi lemak berlebih. Dagingnya empuk lembut. Kuahnya gurih
dengan aroma yang sedap!
Tongseng (Rp 27.500) disajikan panas
mengepul. Kuahnya berwarna cokelat sedikit kemerahan. Selain potongan
daging, di dalamnya juga terdapat irisan kol, tomat, dan taburan bawang
merah goreng. Kuahnya terasa manis dengan semburat rasa asam yang segar
plus bumbu gule yang tak terlalu menonjok.
Hidangan kuah lain
yang patut dicicip adalah gulai (Rp 27.500) dengan kuah santan oranye
berbercak sedikit minyak berwarna oranye, ditaburi bawang merah goreng.
Dagingnya yang berwarna cokelat juga sangat empuk. Sementara kuahnya
gurih sedikit pedas.
Gulai yang berisi dua potong tulang sumsum
(Rp 35.000) juga tak kalah enak. Sajian ini dilengkapi dengan dua batang
sedotan. Sluuurp! Sumsum yang lembut gurihpun tersedot. Makin asyik
saat menelusuri sisa-sisa daging yang melekat di tulang dengan tangan,
seperti menyantap paha ayam goreng. Pastinya diiringi kuah santannya
yang gurih wangi.
Sebagai primadona, kami cicipi paling akhir,
satai domba campur (Rp 40.000). Dua potong dagingnya lumayan besar dan
diselingi dengan potongan lemak. Uniknya, satai yang terlihat mengilap
ini disajikan di atas papan kayu beralas sehelai daun pisang. Tak lupa
ada sepiring kecil saus kacang serta potongan bawang dan cabai rawit
yang disajikan terpisah.
Untuk mengetahui rasa aslinya, kami mencicipi satai tanpa tambahan bumbu. Wow... Ternyata dahsyat lembutnya! Dagingnya yang
juicy
dibumbui dengan pas dan tak menebar aroma lemak yang tajam. Rasa
gurihnya jadi makin mantap dengan bumbu kacang atau kecap. Jadi,
sepertinya kami sudah menambah satu lokasi lagi kalau ingin menyantap
sate domba yang dahsyat!
Oh ya, Dombrut juga melayani pesan antar khusus daerah Kemang dengan biaya Rp 20.000. Hubungi 021-80387577. Kesempatan
franchise juga terbuka bagi Anda yang berminat.
DombrutJl. Benda 20D, Kemang
Jakarta Selatan
Telepon: 021-78833348
Twitter: @dombrutcafe