RSS

Teknik Memakai Jilbab

Mengenakan jilbab berarti harus membungkus dengan rapat bagian rambut, telinga, leher, dan dada. Teknik memakai jilbab apapun tetap diperbolehkan selama memenuhi kaidah pemakaian jilbab secara Islam. Walaupun demikian, gaya memakai jilbab yang trendi juga tetap diperbolehkan sehingga kaum muslimah tidak ada yang beralasan enggan mengenakan jilbab karena takut tidak bisa berpenampilan yang menarik dan gaya. Padahal sebenarnya jilbab cukup flesibel untuk dikenakan  dengan model sederhana maupun model yang trendi sekalipun.
 
Berikut ini adalah beberapa teknik memakai jilbab yang trendi:
 
MODEL 1
 
 
 
 
 
  • Untuk model ini, kita harus mengenakan model dalaman yang emnutupi bagian leher. Bila tidak memiliki dalaman yang menutupi bagian leher, kita bisa juga mengenakan baju atasan dengan model turtleneck
  • Kenakan jilbab dengan satu bagian ujung yang lebih pendek dari ujung lainnya.
  • kenakan jarum pentul pada kedua sisi jilbab yang terdekat dengan alis mata, tempelkan dengan bagian dalaman.
  • Tarik bagian ujung yang lebih panjang, lingkarkan ke bawah dagu dengan kondisi yang longgar, kemudian tarik sampai ke bagian atas kepala dan pasangkan peniti supaya posisinya tidak bergeser.
 
 
MODEL 2
 
 
 
 
 
  • Gunakan dalaman model ciput.
  • Kenakan selendang model 1 warna dan ikatkan tepat di bawah kepala belakang dengan kedua sisi yang sama panjang.
  • ambil sebuah scraft yang bermotif dan sesuai bila dikombinasikan dengan model selendang 1 warna yang telah kita pakai tadi
  • Kenakan scraft diatas kepala dan ikat di belakang kepala dengan posisi dibelakang ikatan selendang. Ikat dengan posisi kedua ujung yang sama panjang
  • Satukan kedua selendang dan scraft dengan cara dipelintir hingga 10cm dari jarak ujung.
  • Ikat dengan ikat rambut / ikat jilbab yang cantik
  • Jangan lupa untuk mengenakan atasan model turtleneck bila mengenakan jilbab model ini
 
 
MODEL 3
 
 
 
 
 
 
  • Kenakan dalaman warna basic
  • Pakai jilbab model persegi panjang, kemudian ikatkan di bagian atas leher belakang dengan kedua ujung yang sama panjang. 
  • Ambil kedua ujung jilbab dan tarik ke atas sampai memutari kepala
  • Bawa kedua ujung jilbab tersebut, yang satu bagian ditarik sampai ke bagian belakang leher dan dikaitkan dengan peniti, dan yang satu bagian lagi taruh di posisi seperti posisi dasi. 
  • Model ini sangat tepat untuk jilbab dengan ukuran 40 x 150 cm

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wuah, Sedapnya Ditendang Sate dan Tongseng Domba Garut!

Fitria Rahmadianti - detikFood

 
Wuah, Sedapnya Ditendang Sate dan Tongseng Domba Garut!
Foto: Detikfood
Jakarta - Mungkin Anda sering menyantap daging kambing. Namun, pernahkah Anda mencoba daging domba? Apalagi domba Garut yang disajikan di sini masih muda. Tekstur dagingnya empuk dan tidak berbau tajam. Gulai, sup, tongseng, sate, semuanya enak!

Domba Garut berasal dari daerah Limbangan, Garut, namun kini banyak menyebar ke Jawa Barat. Bulunya panjang serta bertubuh relatif besar dan padat. Ekornya mengecil di ujung dan 'jatuh', tidak seperti kambing yang ekornya mengangkat. Ciri khasnya adalah tanduk besar yang melingkar ke belakang. Domba Garut sering dijadikan hewan aduan maupun hewan ternak.

Konon, domba Garut diberi perlakuan khusus. Pakannya merupakan rumput pilihan dan sering diberi minum susu campur madu. Fisiknya juga dirawat agar tetap bersih dan sehat.

Sebagai pedaging, domba Garut hanya sedikit mengandung lemak. Teksturnya empuk, biasa digunakan untuk aqiqah, qurban, atau dibuat sate. Menurut informasi dari Direktorat Gizi Depkes RI, kandungan gizi domba Garut lebih baik dibanding daging kambing per 100 gram. Harganyapun relatif lebih mahal.

Kalau ingin mencoba daging domba Garut, tak perlu jauh-jauh ke tempat asalnya. Di Jakarta ada tempat makan bernama Dombrut, singkatan dari Domba Garut. Pemiliknya adalah Yuke Sampurna, musisi yang dikenal sebagai anggota The Groove, All Indonesian Rockstars, dan Dewa 19.

Yuke yang lahir di Garut membawa daging domba organik dan beras dari kampungnya untuk diolah di Jakarta. Berawal dari warung tenda, kini Dombrut diremajakan dengan konsep modern yang tetap mengangkat unsur tradisional Indonesia.

Kami mampir ke restorannya di Kemang. Terletak di ruko, dari luar tempat ini terlihat seperti kafe minimalis dengan nuansa putih. Begitupun di dalamnya. Dindingnya dicat hitam sebagian dengan gambar domba maupun sepatah kata dari Yuke. Di dinding satunya terdapat papan tulis berisi daftar menu. Unsur kayu dan pot-pot tanaman hijau melunakkan warna monoton yang mendominasi.

Identitas Yuke sebagai musisi terlihat dari dua gitar listrik dan speaker yang terletak dekat kasir. Jika ada permintaan dari pelanggan, staf Dombrut bisa berubah menjadi penyanyi dan gitaris untuk menghibur tamu!

Untuk merangkul pengusaha kecil dari Garut, Yuke juga memasang etalase produk-produk pangan dari kota kelahirannya. Ia menjual teh celup dan kopi tubruk dari Garut yang diberi label 'Dom'. Uniknya, adapula liwet instan bermerk 'Seribu Satu' dengan varian original, jambal, teri, cumi, jengkol, dan pete. Beras, minyak, bumbu, dan bahan lainnya sudah lengkap, jadi tinggal dimasak seperti mie instan.

Menu yang ditawarkan tak begitu banyak. Untuk hidangan utamanya ada gulai, sumsum, kaldu daging, tongseng, sate, serta lamb shank dan lamb chops. Kalau ingin ngemil, tersedia kentang goreng, nachos garut, dan roti Prancis. Minumannya mulai dari teh (hitam, hijau, vanila, jahe), kopi tubruk, hingga soda dan bir.

Sebagai permulaan, kami ngemil nachos (Rp 30.000) terlebih dahulu. Rupanya, keripik jagung yang biasa disajikan sebagai nachos digantikan dengan tiga jenis keripik singkong. Untuk cocolannya ada salsa yang terbuat dari cacahan tomat dan daun ketumbar. Rasanya asam segar, cocok dengan gurihnya keripik singkong.

Kemudian datanglah kaldu daging alias sup (Rp 27.500). Kuahnya agak keruh, sementara potongan dagingnya terlihat berwarna cokelat dan pink pucat. Taburan bawang goreng dan irisan seledri melengkapi hidangan ini. Hmm.. Kuahnya tak digenangi lemak berlebih. Dagingnya empuk lembut. Kuahnya gurih dengan aroma yang sedap!

Tongseng (Rp 27.500) disajikan panas mengepul. Kuahnya berwarna cokelat sedikit kemerahan. Selain potongan daging, di dalamnya juga terdapat irisan kol, tomat, dan taburan bawang merah goreng. Kuahnya terasa manis dengan semburat rasa asam yang segar plus bumbu gule yang tak terlalu menonjok.

Hidangan kuah lain yang patut dicicip adalah gulai (Rp 27.500) dengan kuah santan oranye berbercak sedikit minyak berwarna oranye, ditaburi bawang merah goreng. Dagingnya yang berwarna cokelat juga sangat empuk. Sementara kuahnya gurih sedikit pedas.

Gulai yang berisi dua potong tulang sumsum (Rp 35.000) juga tak kalah enak. Sajian ini dilengkapi dengan dua batang sedotan. Sluuurp! Sumsum yang lembut gurihpun tersedot. Makin asyik saat menelusuri sisa-sisa daging yang melekat di tulang dengan tangan, seperti menyantap paha ayam goreng. Pastinya diiringi kuah santannya yang gurih wangi.

Sebagai primadona, kami cicipi paling akhir, satai domba campur (Rp 40.000). Dua potong dagingnya lumayan besar dan diselingi dengan potongan lemak. Uniknya, satai yang terlihat mengilap ini disajikan di atas papan kayu beralas sehelai daun pisang. Tak lupa ada sepiring kecil saus kacang serta potongan bawang dan cabai rawit yang disajikan terpisah.

Untuk mengetahui rasa aslinya, kami mencicipi satai tanpa tambahan bumbu. Wow... Ternyata dahsyat lembutnya! Dagingnya yang juicy dibumbui dengan pas dan tak menebar aroma lemak yang tajam. Rasa gurihnya jadi makin mantap dengan bumbu kacang atau kecap. Jadi, sepertinya kami sudah menambah satu lokasi lagi kalau ingin menyantap sate domba yang dahsyat!

Oh ya, Dombrut juga melayani pesan antar khusus daerah Kemang dengan biaya Rp 20.000. Hubungi 021-80387577. Kesempatan franchise juga terbuka bagi Anda yang berminat.


Dombrut
Jl. Benda 20D, Kemang
Jakarta Selatan
Telepon: 021-78833348
Twitter: @dombrutcafe

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

hai...

mari kita belajar membuat blog

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS